Waspada! Tubuh Lemas Saat Berpuasa Bisa Jadi Karena Faktor Ini
Health

Waspada! Tubuh Lemas Saat Berpuasa Bisa Jadi Karena Faktor Ini

28 May 2021 - 3 menit membaca

Banyak orang mengira tubuh lemas saat puasa merupakan hal yang wajar. Kondisi ini disebabkan karena selama 12 jam tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman, sehingga tidak ada sumber energi yang bisa dijadikan sebagai ‘bahan bakar’ bagi tubuh. 

Tapi benarkah tubuh lemas selama berpuasa karena faktor tidak ada asupan makanan dan minuman sama sekali? Berikut merupakan beberapa faktor yang tidak diduga ternyata jadi penyebab utama tubuh lemas saat berpuasa. 


Konsumsi Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan atau karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, roti putih, makanan yang diolah dari tepung, dan lainnya, merupakan sumber energi yang sangat cepat diserap tubuh, dan bisa dijadikan sebagai sumber energi instant.

Namun masalahnya, konsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah banyak justru bisa menyebabkan gula darah meningkat cepat, untuk kemudian anjlok seketika. Kondisi inilah yang menyebabkan Anda lebih mudah merasa lemas di siang hari. 

Solusinya, ganti sumber karbohidrat Anda dengan konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, olahan gandum utuh, konsumsi tinggi protein dan serat.


Pola Tidur yang Buruk

Selama tidur, tubuh akan melakukan pemulihan diri dengan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, dan mengganti sel tubuh yang mati. Selain itu, selama tidur pun tubuh akan melakukan pengisian ulang energi, sehingga setelah bangun tidur, tubuh akan terasa lebih segar dan bertenaga.

Menurut American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society, kebutuhan tidur rata-rata orang dewasa selama 7 jam per malam. Namun sayang, justru selama berpuasa banyak orang yang memilih mengurangi porsi tidur malam, untuk kemudian digantikan dengan tidur siang. 

Padahal ini kebiasaan buruk yang menyebabkan tubuh lemas saat berpuasa. Solusinya, tidur lebih awal, misalnya setelah shalat tarawih langsung tidur, kemudian bangun menjelang makan sahur. 


Pola Puasa Ular

Pernah mendengar istilah puasa ular? Setelah kenyang di waktu sahur, Anda kemudian tidak banyak melakukan aktivitas fisik, bahkan lebih banyak tidur di siang hari. Mungkin ini terlihat sebagai upaya menghemat energi selama berpuasa, padahal kebiasaan ini sangat buruk bagi kesehatan. 

Menurut Profesor Jeremy Barnes, dari dari Missouri State University, kebiasaan tidur setelah makan dapat meningkatkan kadar hormon ghrelin yang membuat tubuh terasa lebih lapar dan sangat lemas setelah bangun tidur. Jika ini terus dilakukan, resiko seperti heartburn, obesitas pun meningkat. 

Solusinya, tetap aktif selama berpuasa dengan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Hanya saja, intensitas dan waktunya harus disesuaikan, misalnya pagi-pagi atau sore hari. 


Tidak Mengkonsumsi Cukup Protein

Selain karbohidrat, tubuh membutuhkan protein sebagai zat pembangun. Selain itu, protein pun bisa meningkatkan laju laju metabolisme, bahkan jauh lebih baik ketimbang karbohidrat atau lemak. Bonusnya, protein pun bisa membuat Anda lebih bertenaga selama puasa.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan, yang menyebut jika konsumsi makanan tinggi protein, seperti daging merah, ikan, telur, daging unggas, kacang-kacangan, dan lainnya, dapat menurunkan resiko kelelahan.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan tubuh lemas saat berpuasa, mulai dari kurang konsumsi cairan yang menyebabkan dehidrasi, stres dan lainnya. 


Sumber:

  1. Scientificamerican. Diakses pada 2021. Does sleeping after a meal lead to weight gain?
  2. aasm.org. Diakses pada 2021. Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya