Sering Melewatkan Makan Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan
Health

Sering Melewatkan Makan Sahur? Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan

28 May 2021 - 3 menit membaca

Karena malas bangun malam, banyak orang yang akhirnya lebih memilih melewatkan makan sahur. Padahal jelas ini kebiasaan buruk. Selain sangat dianjurkan dalam agama, sering melewatkan makan sahur pun beresiko menyebabkan banyak dampak buruk bagi kesehatan. 

Nah agar Anda tidak sering melewatkan makan sahur lagi karena alasan malas makan, atau karena alasan lainnya, sebaiknya simak yuk beberapa dampak buruk akibat terlalu sering menyepelekan makan sahur berikut ini. 


Dehidrasi

Tubuh manusia dirancang dengan sangat canggih. Mereka umumnya bisa bertahan lama tanpa makan, tapi sayang tidak bisa bertahan lama saat kekurangan cairan. Akibatnya sangat fatal, dehidrasi bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti sembelit, kehilangan konsentrasi dan lainnya. 

Untuk mencegah hal tersebut, tentu Anda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuh, minimalnya 8 gelas per hari, itu pun tidak boleh dilakukan di satu waktu. Makanya, salah satu manfaat penting dari makan sahur adalah, melengkapi kebutuhan cairan tubuh agar Anda siap kembali berpuasa. 


Produktivitas Menurun

Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, tubuh perlu asupan energi yang cukup sebagai sumber bahan bakar. Tentu Anda tidak akan mendapatkan pasokan bahan bakar tersebut jika sering melewatkan makan sahur. Terlebih jika saat berbuka puasa Anda tidak banyak makanan. 

Akibatnya bisa fatal, tubuh akan terasa sangat lemas, konsentrasi hilang, rentan mengalami masalah emosi, dan bahkan berisiko mengalami hipoglikemia atau ketika gula darah berada di bawah angka normal. Selain dapat menurunkan produktivitas, hal ini pun bisa mengganggu kesehatan Anda.


Kurang Gizi

Terlalu sering melewatkan makan sahur bisa membuat Anda beresiko mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Hal ini disebabkan karena asupan nutrisi yang seharusnya diterima saat makan sahur, dan akan digunakan sebagai ‘modal’ beraktivitas, tidak dipenuhi dengan baik. 

Kebiasaan ini bisa berbuntut panjang, mulai dari penurunan produktivitas, hingga ancaman berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang drop. Kondisi ini akan jadi lebih parah jika Anda masih merokok dan tidak memperhatikan apa yang dikonsumsi saat buka puasa.


Maag

Meski banyak pakar setuju jika puasa bisa meningkatkan kesehatan lambung, namun faktanya banyak kebiasaan buruk yang masih terus dilakukan para penderita sakit maag selama berpuasa, termasuk merokok, konsumsi kopi, dan terlalu sering melewatkan makan sahur. 

Sebagai catatan, makan sahur sendiri berfungsi untuk membantu mengkondisikan lambung agar siap berpuasa hingga maghrib tiba. Selain itu, saat makan sahur Anda pun bisa mengkonsumsi obat antasida untuk mencegah sakit maag kambuh selama berpuasa. 


Pusing Yang Parah

Saat tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan, kinerja organ akan menurun. Untuk mengimbangi aktivitas Anda, tubuh akan membakar cadangan lemak dalam tubuh sebagai bahan bakar cadangan. Kondisi inilah yang akhirnya akan memunculkan rasa pusing yang sangat parah. 

Selain itu, masih banyak dampak buruk lainnya yang mungkin muncul jika Anda terlalu sering melewatkan makan sahur, seperti vertigo, penurunan keseimbangan tubuh dan lainnya. Maka dari itu, pastikan untuk tetap makan sahur meski mungkin Anda mengalami penurunan selera makan. 


Referensi:

  1. Times of India. Diakses pada 2021. What Happens to Your Body When You Do Not Eat Enough?
  2. Medical News Today. Diakses pada 2021. What Are The Signs of Not Eating Enough?
Artikel Terkait
uploads/2/2019-08/l3_sakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

uploads/2/2019-08/l5_cara_menurunkan_asam_lambung_yang_efektif.jpg
Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

uploads/2/2019-08/l2_asam_lambung.jpg
Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya