Rendang atau Opor Ayam. Mana Yang Lebih Tinggi Kolesterol?
Health

Rendang atau Opor Ayam. Mana Yang Lebih Tinggi Kolesterol?

21 June 2021 - 3 menit membaca

Rendang dan opor ayam merupakan dua makanan khas Indonesia yang sangat populer di dunia. Bahkan khusus untuk rendang, kuliner dari Minangkabau ini masuk dalam daftar makanan paling lezat di dunia versi CNN, bersama nasi goreng, bakso dan sate. 

Namun dari segi kesehatan, baik rendang atau opor ayam, keduanya dinilai bukan makanan sehat. Meski bertabur rempah-rempah, keduanya diketahui menggunakan daging dan santan sebagai bumbu utamanya. Santan sendiri kerap dituduh sebagai bumbu yang mengandung lemak tinggi. 

Mana Yang Lebih Sehat?

Seperti disinggung sebelumnya, baik rendang atau opor ayam dibuat dengan bahan utama daging. Menurut dr. Ronald Krauss, peneliti dari Children’s Hospital Oakland Research Institute in California, menjelaskan jika daging merah dan daging unggas bukanlah bahan makanan sehat. 

Dalam keterangannya, Krauss menjelaskan jika kedua jenis daging tersebut sama-sama bisa mempengaruhi kadar lipid dan lipoprotein, faktor utama terbentuknya timbunan lemak di arteri. Hasil penelitiannya ini bahkan telah diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Kemudian santan, sebagai bumbu utama dari kedua makanan tersebut. Dalam proses pembuatan rendang, santan beserta bumbu lainnya akan dipanaskan dalam api kecil hingga santan tersebut menguap, mengental dan daging menjadi empuk. 

Selain untuk memaksimalkan penyerapan bumbu dan melunakkan daging, cara memasak seperti ini pun memungkinkan rendang bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama, tanpa bahan pengawet.

Sementara untuk opor ayam, santan biasanya dipanaskan sebagai bumbu kuah bersama bumbu lainnya, seperti kunyit, bawang dan lainnya. Berbeda dengan rendang, proses memasak opor tidak terlalu panjang dan santan pun dimasak bersama air yang sudah mendidih.

Sama seperti daging merah vs daging unggas, dengan tersangka utama daging merah yang lebih banyak mengandung kolesterol, ternyata cara memasak rendang yang dipanaskan dalam waktu lama dengan opor ayam yang dipanaskan sebentar, sama-sama mengandung tinggi kolesterol. 

Kenapa demikian? Seperti kita ketahui, santan mengandung asam lemak dan trigliserida yang mudah dibakar tubuh sehingga relatif tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun saat dipanaskan, santan akan memunculkan lapisan minyak di permukaannya.

Lapisan lemak ini tidak tergantung dari lamanya proses memasak, tapi tergantung dari berapa kali santan tersebut dipanaskan. Semakin sering santan dipanaskan, maka jumlah lapisan minyaknya akan semakin tinggi, sehingga kandungan kolesterol jahatnya (LDL) pun semakin banyak. 

Kesimpulan 

Tidak ada yang lebih sehat dari keduanya. Baik rendang atau opor ayam, keduanya tidak termasuk dalam kategori makanan sehat jika diolah dengan cara yang sama. Namun bukan berarti Anda tidak boleh menikmatinya, hanya saja jumlah dan frekuensinya yang harus dibatasi. 

Selain itu, Anda pun sebaiknya meningkatkan konsumsi sayuran hijau, seperti buncis, brokoli, dan lainnya. Selain melancarkan sistem pencernaan, sayuran hijau berfungsi sebagai penyerap kolesterol yang nantinya akan dibuang lewat feses, urine dan keringat. 

Pastikan Anda pun cukup mengkonsumsi air putih, dan rutin berolahraga minimalnya 30 menit per hari. Jika tidak sempat berolahraga, Anda bisa rutin melakukan aktivitas harian, seperti berjalan kaki, naik turun tangga, menyapu rumah, membersihkan taman, dan lainnya. 


Referensi:

  1. Medical News Today. Diakses pada 2020. Is white meat really more healthful than red meat?.
  2. Livestrong. Diakses pada 2021. Can Coconut Milk Increase Cholesterol?
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya