Penyebab Asam Lambung
Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya

27 August 2019 - 3 menit membaca

Gejala GERD seperti nyeri ulu hati, mulut terasa asam, hingga mual dan ingin muntah sering bikin aktivitas kamu sehari-hari jadi tidak nyaman. Pada kasus yang sudah parah, kondisi ini bisa membuat dada dan tenggorokan terasa panas seperti terbakar (heartburn). Bagaimana cara mengatasi masalah pencernaan ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa saja penyebab GERD?

Sebelum mengetahui apa penyebab GERD, kita harus memahami terlebih dahulu apa fungsi cairan asam itu sendiri. Asam lambung terdiri dari asam klorida yang kuat untuk membantu memecah makanan dan membunuh kuman yang masuk bersama makanan.
Namun, kerongkongan tidak memiliki perlindungan dari cairan asam tersebut. Maka, ketika asam lambung ke kerongkongan, kita akan merasakan berbagai gejala seperti nyeri dada, dada seperti terbakar, kadang mirip dengan serangan jantung. 
Jika kamu mengalami kondisi ini lebih dari 2 kali dalam seminggu, cairan asam yang naik bisa mengiritasi lapisan bawah kerongkongan. Kemungkinan besar kamu mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD).
Berikut ini adalah beberapa hal yang jadi penyebab GERD:

1. Makan makanan dan minuman tertentu

Ada beberapa jenis makanan yang bisa membuat asam di pencernaan naik. Berikut adalah daftarnya:
      Minuman beralkohol
      Minuman berkarbonasi atau bersoda
      Cokelat
      Buah asam seperti seperti jeruk atau lemon
      Kopi atau teh yang mengandung kafein
      Makanan yang berminyak, berlemak, dan digoreng
      Makanan yang mengandung tomat
      Makanan yang mengandung bawang putih dan bawang merah
      Daun mint
      Makanan pedas, seperti yang mengandung cabai atau kari
Kamu akan lebih rentan mengalami GERD jika terbiasa makanan makanan tersebut. Apalagi jika ditambah dengan merokok sesudahnya.
Penting untuk menghindari makanan-makan ini saat kamu punya refluks asam lambung (GERD), terutama jika mudah kambuh.

2. Merokok

Merokok adalah satu kebiasaan yang bisa menyebabkan GERD. Tembakau pada rokok  mengandung nikotin yang dapat melemaskan otot sfingter bagian bawah. Nantinya, otot sfingter jadi mudah terbuka dan menyebabkan makanan atau asam pada pencernaan lambung naik.
Jika asam sering naik ke atas, maka kondisi ini berisiko mengiritasi lapisan kerongkongan kita dan dapat memicu GERD.

3. Sedang hamil

Ibu hamil rentan mengalami GERD. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan kadar hormon yang mengubah beberapa fungsi dalam sistem pencernaan ibu. Selain itu, janin yang semakin membesar akan menekan beberapa organ di sekitar rahim, termasuk lambung.
Masalah kenaikan asam lambung umum terjadi pada trimester ketiga, di mana ukuran janin di usia kehamilan tersebut sudah besar.

4. Kelainan pada rongga perut

Hernia hiatal adalah salah satu kondisi kelainan rongga perut yang membuat asam lambung bisa naik. Hiatal hernia terjadi ketika ada jaringan otot di diafragma yang melemah dan membentuk bukaan. Bukaan tersebut membuat sebagian lambung kita dapat menyembul ke atas.
Bila bagian lambung yang menyembul cukup besar, makanan dan cairan asam dapat mudah naik ke kerongkongan. Ini akan menyebabkan rasa panas di dada yang tidak nyaman.

5. Penyebab lainnya

Penyebab umum lain yang bisa membuat asam klorida di perut naik ke kerongkongan adalah:
      Kelebihan berat badan atau obesitas
      Kebiasaan makan atau ngemil sebelum tidur
      Minum obat aspirin atau ibuprofen, obat pelemas otot, atau obat tekanan darah tertentu. Obat-obatan tersebut dapat membuat otot sfingter melemah sehingga asam dalam lambung bisa naik ke kerongkongan.

Bagaimana cara mengatasi GERD?

1. Minum obat

Jangan biarkan asam lambung naik mengganggu aktivitas kamu! Salah satu cara tercepat untuk menurunkan asam lambung tinggi adalah dengan minum Promag tablet atau cair.
Promag mengandung hydrotalcite, magnesium, hydroxide, dan simethicone yang bekerja mengikat dan menetralkan asam di lambung lebih lama.
Kamu bisa minum 1 tablet obat maag sebanyak 3 kali sehari untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini saat kambuh. Namun, selalu perhatikan aturan pakai dan anjuran dosis yang tertera pada kemasannya dulu, ya.

2. Makan dalam porsi kecil

Makan dengan porsi kecil bisa membantu kita mengatasi kenaikan asam di dalam perut. Ini karena asam cenderung lebih mudah naik ke kerongkongan saat perut penuh terisi makanan.
Daripada makan porsi besar 3 kali sehari, lebih baik makan sedikit-sedikit tapi sering. Kamu juga bisa pakai piring yang lebih kecil untuk mengendalikan porsinya.

3. Jangan langsung tidur sehabis makan

Sehabis makan biasanya kita jadi ngantuk. Apalagi kalau makan sampai kekenyangan. Kebiasaan ini harus dihindari. Sebab, asam di perut bisa mudah naik apabila setelah makan kita langsung tiduran.
Saat tubuh dalam posisi berdiri dan duduk, tubuh akan menjaga asam tetap stabil di dasar lambung mengikuti gaya gravitasi. Sementara saat tidur, asam akan lebih mudah mengalir menuju tenggorokan hingga menyebabkan rasa mual dan terbakar pada perut.
Disarankan untuk makan dalam jangka waktu 3 jam sebelum waktu tidur guna mencegah asam naik ke kerongkongan.

4. Berhenti merokok dan minum alkohol

Jika gejala refluks asam lambung mudah kambuh, sebaiknya kamu mulai berhenti merokok total.
Nikotin pada rokok akan mengendurkan otot sfingter yang mana bisa dengan mudah membuat refluks asam kembali naik ke kerongkongan. Rokok juga dapat mengganggu kemampuan air liur untuk membersihkan asam dari kerongkongan.
Sama halnya seperti merokok, alkohol dapat menyebabkan otot sfingter melemah. Konsumsi alkohol berlebih malah dapat menimbulkan kejang pada otot-otot kerongkongan.

5. Menjaga berat badan ideal
Obesitas alias kelebihan berat badan dapat memberi tekanan berlebih pada perut yang bisa mendorong asam naik ke kerongkongan. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya cobalah wujudkan berat badan ideal dengan makan makanan bergizi dan olahraga teratur.

6. Hindari minuman bersoda sehabis makan
Orang yang punya refluks asam lambung lebih baik menghindari minuman bersoda atau minuman berkarbonasi.
Minuman bersoda dapat melemahkan otot sfingter yang bisa memicu refluks asam naik ke kerongkongan. Selain itu, gas karbon dioksida dalam minuman bersoda dapat menyebabkan orang sering bersendawa. Akibatnya, asam dari perut bisa ikut tertarik keluar menuju kerongkongan.
 
 
Referensi:
Heartburn Tobacco Connection https://www.webmd.com/heartburn-gerd/features/heartburn-tobacco-connection#1 diakses pada 12 Juli 2019.
GERD https://www.healthline.com/health/gerd#diagnosis diakses pada 12 Juli 2019.
Common Causes Acid Reflux https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/common-causes-acid-reflux-disease diakses pada 12 Juli 2019.
9 Ways to Relieve Acid Reflux Without Medicie https://www.health.harvard.edu/digestive-health/9-ways-to-relieve-acid-reflux-without-medication diakses pada 12 Juli 2019.
Preventing GERD https://www.everydayhealth.com/gerd/preventing.aspx diakses pada 12 Juli 2019.
Heartburn and Acid Reflux Medicine https://www.healthline.com/nutrition/heartburn-acid-reflux-remedies#section13 diakses pada 12 Juli 2019.

Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Berbagai Gejala Penyakit Maag yang Harus Dikenali

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Tips Mengatasi Asam Lambung Naik dengan Cepat