Penuh Kolesterol? Begini Tips Sajikan Makanan Bersantan
Lifestyle

Penuh Kolesterol? Begini Tips Sajikan Makanan Bersantan

21 June 2021 - 3 menit membaca

Menu lebaran identik dengan hidangan berbumbu utama santan, contohnya opor ayam dan ketupat yang dianggap sebagai ikon lebaran. Selain itu, ada juga makanan khas lebaran lainnya, seperti rendang, sambal goreng ati, sambal goreng udang, gulai kambing semur daging dan lainnya. 

Selain santan, kita pun akan disajikan makanan tinggi gula, seperti berbagai jenis kue, sirup, minuman bersoda dan lainnya. Jelas ini sangat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun jangan khawatir, Anda bisa mengikuti tips berikut ini agar bisa menyajikan makanan sehat saat Lebaran.  

Batasi Penggunaan Santan dan Gula

Santan dan gula merupakan bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan makanan khas lebaran. Santan mengandung lemak tinggi, dan beresiko menyebabkan naiknya kadar kolesterol. Sementara penggunaan gula berisiko meningkatkan kadar gula darah, dan menyebabkan diabetes. 

Untuk membatasi kedua bahan yang tidak ramah bagi kesehatan tersebut, Anda bisa mengurangi penggunaan santan dengan susu skim. Sementara penggunaan gula bisa diganti dengan madu atau sirup maple, dan tepung terigu untuk membuat tepung gandum, tepung almond dan lainnya.

Pilih Daging yang Rendah Lemak

Selain memangkas penggunaan santan, Anda bisa mengurangi konsumsi lemak dengan cara memilih daging merah rendah lemak dalam berbagai olahan berbasis daging, seperti rendang, semur daging dan lainnya. Daging rendah lemak ini bisa didapat di bagian sirloin dan tenderloin, 

Sementara untuk sajian yang berbahan dasar daging unggas, seperti opor ayam, Anda bisa menyajikan makanan sehat saat lebaran dengan memilih bagian dada dan paha, dan menghindari bagian kulit yang mengandung 41 gram lemak dalam 100 gram kulit unggas. 

Ganti dengan Beras Merah

Ketupat umumnya terbuat dari beras putih. Namun makanan pokok ini tidak benar-benar sehat karena kandungan serat dan nutrisinya yang rendah. Selain itu, beras putih pun tinggi karbohidrat, dan beresiko mengandung arsenik yang meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes.

Solusinya, Anda bisa mengganti bahan utama pembuatan ketupat dengan beras putih atau beras hitam. Selain lebih kaya serat dan rendah kalori, beras putih atau beras hitam pun mengandung protein,  kalium, magnesium, natrium, zat besi, dan nutrisi lainnya. 

Ganti Dengan Buah-buahan

Sajian lain yang sering muncul saat lebaran adalah sirup dan minuman bersoda. Biasanya sajian ini dipilih saat cuaca sedang terik, atau setelah menyantap hidangan berbahan daging. Padahal, sirup dan minuman bersoda sangat berbahaya karena kandungan gulanya yang tinggi. 

Solusinya, ganti kedua sajian segar tersebut dengan berbagai olahan buah-buahan. Misalnya, Anda bisa membuat es buah dengan madu atau sirup maple sebagai pemanisnya, jus buah atau potongan buah-buahan sebagai camilan, dan olahan buah lainnya.

Jangan Lupakan Sayuran

Maksimalkan upaya menyajikan makanan sehat saat lebaran dengan menambahkan sayuran, misalnya sebagai lalapan, atau menyajikan menu khusus berbasis sayuran, seperti pecel, atau salad. Tapi ingat, perhatikan cara mengolah sayuran agar nutrisi yang didapat lebih maksimal.

Sayuran hijau, seperti kangkung, bayam, dan lainnya, terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol dalam darah, dengan memanfaatkan kandungan antioksidan untuk mengikat asam empedu yang terbuat dari kolesterol, sekaligus mencegah terakumulasinya kolesterol dalam darah.


Referensi: 

  1. Al Arabiya Network. Diakses pada 2020. 8 Ramadan healthy eating iftar tips for those who fast, then feast.
  2. The Jakarta Post. Diakses pada 2020. Keep yourself balanced and healthy during Idul Fitri.
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya