mengenal-gerd
Ahlinya Lambung

Mengenal GERD, Penyakit yang Sering Menyerang Millennial

24 June 2020 - 3 menit membaca

Sedang meeting dengan klien atau hangout dengan teman-teman di akhir pekan, tiba-tiba asam lambung naik? Kondisi ini memang tergolong kambuhan yang bisa muncul kapan saja, terutama bagi kalangan millennial yang penuh aktivitas. Namun, jika terlalu sering terjadi, sebaiknya kita berhati-hati. Bisa saja masalah ini menandakan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Seberapa bahayakah GERD? Mengapa masalah ini tidak boleh disepelekan oleh millennial? Begini penjelasannya.

Apa itu GERD?

Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus).

Naiknya asam lambung ke saluran kerongkongan akan menyebabkan dinding esofagus iritasi hingga luka. Kondisi ini yang akhirnya membuat berbagai gejala muncul. Dari perasaan tidak nyaman di bagian ulu hati hingga mual.

Sebenarnya naiknya atau refluks asam lambung wajar terjadi dalam beberapa kondisi tertentu. Misalnya setelah makan dalam porsi yang terlalu banyak, langsung berbaring atau tiduran setelah makan, maupun karena makan makanan tertentu.

Jika asam lambung terus-terusan naik, bahkan sampai dua kali dalam seminggu, kita mungkin mengalami GERD. Untuk mengetahui kondisi kita lebih lanjut, sebaiknya periksa ke dokter.

Bila masalah ini dibiarkan dan tidak ditangani, sangat mungkin muncul gangguan lainnya yang lebih serius.

Apa penyebab penyakit GERD?

Normalnya, cairan asam lambung tidak akan naik ke saluran kerongkongan. Ada katup yang secara otomatis terbuka dan tertutup ketika lambung sedang mencerna makanan.

Katup kerongkongan ini hanya akan terbuka ketika ada makanan dan minuman dari mulut masuk ke dalam lambung. Setelah itu makanan masuk, katup kerongkongan akan tertutup kembali.

Sayangnya, otot pada katup di bagian bawah kerongkongan ini bisa melemah. Alhasil, katup bisa dengan mudah terbuka bahkan meskipun sedang tidak ada makanan dan minuman yang akan masuk. Melemahnya otot katup tersebut membuat asam lambung mudah naik ke saluran kerongkongan kita.

Nah, penyakit GERD juga lebih rentan terjadi pada millennial, yaitu kamu yang lahir pada tahun 1980 hingga 1990-an. Pasalnya, di usia produktif ini kaum millennial memiliki faktor risiko yang lebih tinggi terkena GERD, di antaranya:

  • Sering makan dalam porsi berlebihan

  • Gemar makanan atau jajanan pedas, berlemak, dan berminyak

  • Merokok

  • Stres berat

  • Makan terlalu malam atau terlalu dekat dengan jam tidur

  • Sering minum alcohol

  • Hobi minum kopi

  • Sedang hamil

  • Mengalami obesitas

  • Mengalami gangguan pada jaringan ikat

  • Mengalami hiatal hernia

  • Rutin minum jenis obat tertentu, seperti aspirin

Apa saja gejala penyakit GERD?

Asam lambung yang naik dalam jumlah banyak tentu bisa bikin kamu tidak nyaman. Dada juga akan terasa nyeri atau perih seperti terbakar. Keluhan ini dikenal dengan istilah heartburn.

Sensasi heartburn ketika kita mengalami GERD umumnya muncul di tengah serta belakang tulang dada. Namun tak jarang, sensasi panas ini juga bisa dirasakan oleh bagian lainnya seperti ulu hati, kerongkongan, hingga bisa menyebar ke sekitar leher.

Keluhan nyeri dada akibat heartburn tersebut dapat berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Dalam kondisi tertentu, kondisi ini bisa terasa semakin parah ketimbang biasanya. Contohnya ketika kita baru selesai makan dan langsung tiduran.

Meski sebenarnya berbeda, nyeri dada seperti terbakar ini kadang disalahartikan sebagai penyakit jantung. Padahal, kedua kondisi ini jelas berbeda.

Untuk mengetahui bedanya, berikut adalah gejala umum penyakit GERD:

  • Sensasi terbakar di dada (heartburn), khususnya setelah makan dan bisa semakin parah di malam hari

  • Nyeri atau sakit dada

  • Susah menelan

  • Seperti ada benjolan atau makanan yang tersangkut di tenggorokan

  • Mulut terasa asam atau pahit

  • Mual dan muntah

  • Masalah pernapasan

Jika refluks asam terjadi pada malam hari, kita juga bisa mengalami gejala GERD berupa:

  • Radang tenggorokan

  • Batuk kronis

  • Tidur terganggu

  • Sesak napas

Masalah yang terjadi jika GERD tidak ditangani dengan baik

Beberapa gangguan yang mungkin terjadi bila GERD dibiarkan, yaitu: 

  • Radang kerongkongan (esofagitis)

  • Asma 

  • Batuk kronis

  • Masalah pada gigi dan mulut, seperti gusi bengkak dan erosi gigi

  • Penyakit Barret's esofagus

Bahkan penyakit ini mungkin berkembang menjadi kanker tenggorokan, meski memang jarang terjadi. Maka itu, jangan sepelekan gejala GERD yang kita alami. Segera konsultasi ke dokter untuk memeriksa kondisi kita lebih lanjut.

Bagaimana cara mengatasi penyakit GERD?

Jangan biarkan GERD mengganggu hari-hari kamu! Minum obat merupakan salah satu langkah tepat untuk mengatasi penyakit GERD. Salah satu pilihan obat yang bisa kita gunakan untuk meredakan keluhan GERD yakni antasida.

Obat antasida seperti Promag mampu membantu menetralisir kadar asam lambung, sehingga kembali seperti semula.

Promag tersedia dalam bentuk cair dan tablet, yang dapat bekerja lebih cepat dan tahan lama untuk mengatasi keluhan seperti perut perih, nyeri pada ulu hati, kembung, serta mual.

Selain minum obat untuk menurunkan produksi asam lambung, kita juga bisa cegah gejala GERD muncul dengan menghindari pemicunya.

Salah satunya dengan membatasi bahkan menghindari berbagai makanan yang mungkin membuat asam lambung naik.

Nah, makanan dan minuman yang bisa memicu naiknya asam lambung yaitu:

  • Makanan tinggi lemak

  • Makanan pedas

  • Makanan asin

  • Makanan dan minuman asam

  • Minuman berkafein seperti kopi

  • Minuman bersoda

Menjalani gaya hidup sehat juga bisa mencegah kambuhnya GERD, lho! Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah gejala GERD muncul yaitu:

  • Makan sesuai dengan kebutuhan, jangan berlebihan.

  • Makan teratur setiap hari.

  • Jangan langsung tidur setelah makan, tunggu dulu sekitar 2-3 jam.

  • Stop merokok.

  • Jaga berat badan tetap ideal.

Karena itu, yuk, menjadi millennial sehat yang jauh dari maag! Bila keluhan terus berlanjut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



Referensi:

1Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940 Diakses pada 12 Juli 2019.

2Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. https://www.healthline.com/health/gerd Diakses pada 12 Juli 2019.

3Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1#1 Diakses pada 12 Juli 2019.

4Everything You Need to Know About GERD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085.php Diakses pada 12 Juli 2019.

5Haruma, K., Kinoshita, Y., Sakamoto, S., Sanada, K., Hiroi, S., & Miwa, H. (2015). Lifestyle Factors and Efficacy of Lifestyle Interventions in Gastroesophageal Reflux Disease Patients with Functional Dyspepsia: Primary Care Perspectives from the LEGEND Study. Internal Medicine54(7), 695-701. 

6An Adult Disease That More Teens Are Getting https://www.memorialcare.org/about/pressroom/media/adult-disease-more-teens-are-getting-2017-04-10 Diakses pada 1 Agustus 2019.

7Riskedas 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf Diakses pada 1 Agustus 2019.


Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Mengatasi Nyeri Ulu Hati Saat Hamil

Ahlinya Lambung

Berbagai Gejala Penyakit Maag yang Harus Dikenali

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif