Lagi Tren Menyimpan Sayuran Beku. Memang Sehat?
Lifestyle

Lagi Tren Menyimpan Sayuran Beku. Memang Sehat?

21 June 2021 - 3 menit membaca

Setelah popular frozen food yang jadi pilihan banyak generasi milenial, kini muncul tren mengolah sayuran beku. Sama seperti frozen food, tujuan dari penggunaan sayuran beku ini sebagai cadangan bahan makanan yang bisa disimpan dalam waktu yang lama. 

Namun seperti yang kita ketahui, sayuran merupakan bahan masakan yang lebih baik diolah dan dikonsumsi saat masih segar. Selain rasanya yang lebih lezat, sayuran segar pun diklaim mengandung lebih banyak nutrisi sehingga lebih banyak memberikan manfaat bagi tubuh. 

Nilai Gizi pada Sayuran Beku

Untuk memproduksi sayuran beku, dilansir dalam Healthline, sayuran yang baru dipanen petani akan langsung dibersihkan, kemudian diolah (dipotong jadi bagian kecil) dan langsung dibekukan. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai gizi dan kandungan nutrisi dalam sayuran tersebut. 

Menurut penelitian National Institutes of Health, kandungan nutrisi dalam sayuran beku tidak akan berkurang secara signifikan meski disimpan dalam waktu lebih dari dua bulan. Tidak hanya itu, proses pembekuan pun tidak akan mengubah kandungan phytochemical di dalamnya. 

Sebagai informasi, phytochemical merupakan istilah untuk menyebut kandungan nutrisi dalam bahan makanan nabati, terutama jenis antioksidan seperti karotenoid, polifenol, dan antosianin.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk semua jenis sayuran. Dalam beberapa jenis sayuran, proses pembekuan tersebut dapat berpengaruh kepada kandungan gizi dan nilai nutrisi dari sayuran tersebut, seperti kandungan vitamin B2 pada brokoli yang justru akan sedikit meningkat. 

Sementara untuk kacang polong beku, kandungan vitamin di dalamnya akan mengalami penurunan. Hal yang sama berlaku untuk kandungan beta karoten dalam kacang polong, wortel, dan bayam. Hal yang sama pun berlaku untuk kandungan gizi lainnya, seperti antioksidan dan serat. 

Hati-hati Bahan Kimia Tambahan 

Meski relatif sehat, Anda harus berhati-hati dengan kandungan bahan kimia tambahan, terutama pewarna dan bahan pengawet. Selain itu, sayuran beku pun kerap diberi bahan tambahan seperti gula, garam, penambahan natrium, kalori dan lemak.

Untuk informasi bahan tambahan dalam sayuran beku, umumnya Anda bisa melihatnya dalam informasi atau label kemasan produk, meski terkadang beberapa bahan tambahan tersebut disamarkan dalam bahasa atau istilah tertentu. 

Selain memperhatikan kandungan bahan tambahan di dalamnya, ada beberapa hal lainnya yang harus Anda pun harus memperhatikan jenis sayuran yang dibekukan. Beberapa jenis sayuran, terutama sayuran dengan kandungan air yang tinggi, seperti tomat, kol, dan timun, tidak cocok dibekukan. 

Selain akan akan mempengaruhi rasanya, proses pembekuan pun akan membuat kualitas gizinya berkurang saat dicairkan. Hal ini berlaku untuk jenis sayuran berdaun kecil, seperti seledri. 

Kemudian perhatikan tanggal produksinya. Sayuran beku maksimal disimpan selama 8-12 bulan dalam suhu sekitar -17 derajat celcius. Jika ingin membuat sayuran beku sendiri, pastikan untuk menyiapkan kemasan khusus agar kualitasnya lebih terjaga.

Perhatikan Pengolahan Sayuran Beku

Sayuran merupakan bahan makanan yang sangat rentan mengalami penurunan kualitas jika diolah dengan cara yang tidak tepat, seperti pemanasan secara berlebih, pemanasan yang dilakukan dalam waktu yang lama atau proses memasak yang dilakukan secara berulang. 

Maka dari itu, saat mencairkan sayuran beku, hindari memanaskan sayuran dalam suhu tinggi. Anda bisa mencairkan sayuran tersebut dengan menyimpannya di chiller. Cara ini memakan waktu yang cukup lama, tapi cukup efektif menjaga kualitas sayuran tersebut.

Trik lainnya, Anda bisa menyimpannya di suhu ruangan, merendam sayuran beserta kemasannya dalam air hangat, atau bisa juga menggunakan microwave. 


Referensi:

  1. Healthline. Diakses pada 2020.Are Frozen Vegetables Healthy?
  2. Drweil.com. Diakses pada 2020. Are Frozen Vegetables Healthy?
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya