Kunyit, Herbal Untuk Asam Lambung Yang Alami
Lifestyle

Kunyit, Herbal Untuk Asam Lambung Yang Alami

18 February 2021 - 3 menit membaca

Herbal untuk asam lambung alami yang berasal dari alam telah dikenal masyarakat Indonesia sejak dahulu kal. Tak hanya herbal untuk asam lambung saja, Indonesia juga menjadi negara tropis yang menghasilkan begitu banyak herbal untuk penyakit lainnya.

Salah satu herbal yang cukup terkenal dan kerap digunakan untuk ramuan berbagai penyakit adalah kunyit. Secara turun temurun, kunyit dipercaya menjadi salah satu herbal untuk asam lambung yang terbukti ampuh dan mujarab. Untuk mendapatkan kunyit juga cukup mudah karena kunyit bisa ditemukan di pasar hingga di tempat-tempat perbelanjaan tradisional.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, kunyit dikenal sebagai salah satu bahan alami yang kaya akan senyawa anti-inflamasi dan antioksidan, salah satunya adalah kurkumin, senyawa antioksidan polifenol yang berperan sebagai antibakteri, antivirus, dan antikanker yang sangat kuat.

Dalam ilmu pengobatan tradisional Tiongkok, si kuning ini biasa digunakan sebagai pereda nyeri arthritis, dan obat herbal untuk asam lambung. Selain itu, kunyit pun bisa digunakan untuk mengatasi masalah haid, meningkatkan kinerja sistem pencernaan dan fungsi hati, dan lainnya

Mengenali gejala asam lambung 

Mayoritas orang pernah mengalami asam lambung naik. Beberapa diantaranya bahkan merasakannya secara berulang-ulang. Rasa nyeri yang disertai rasa panas yang membakar pada bagian dada menjadi ciri khas gejala ini. Beberapa gejala lain yang biasa menyertai naiknya asam lambung adalah kesulitan menelan makanan, bau mulut, batuk tidak berdahak, mulas dan kembung pada bagian perut. 

Kondisi yang tidak nyaman ini umumnya dipicu oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat serta pola makan yang salah. Seperti membiasakan diri makan mendekati jam makan, makan dengan terburu-buru sehingga tidak cukup waktu untuk mengunyah makanan, berbaring setelah makan, banyak mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol dan lain sebagainya. Ada juga faktor lain seperti ketika terjadi kehamilan, stress berkepanjangan dan mengonsumsi obat-obatan yang merangsang lambung memproduksi lebih banyak asam lambung. 

Meredakan Asam Lambung 

Untuk mengurangi resiko naiknya asam lambung, kita bisa merubah kebiasaan hidup dan pola makan yang lebih baik dan sehat, jika masalah ini timbul karena faktor tersebut. Atau menghindari mengonsumsi obat NSAID atau obat antiinflamasi dalam waktu yang cukup panjang.

Perubahan pola makan dan cara hidup yang lebih sehat bisa dibantu dengan meminum obat OTC yang banyak dijual dipasaran. Dengan kandungannya akan zat yang membantu menurunkan asam lambung dan meningkatkan motilitas pencernaan, diharapkan kombinasi keduanya menjadi hal yang efektif untuk mengurangi gejala asam lambung naik.

Selain itu kita juga bisa menggunakan bahan herbal sebagai obat alternatif . Obat-obatan yang diperoleh dari alam ini sudah dipergunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Beberapa bahan herbal yang banyak disekitar kita dan dapat dimanfaat untuk mengatasi masalah asam lambung adalah  kunyit, jahe merah, adas, akar manis, nanas, madu, dan royal jelly.

Kunyit, Herbal Alami Untuk  Asam Lambung

Pada rimpang kunyit (curcuma longa)  terdapat zat kurkumin. Zat ini adalah polifenol utama yang mengandung antiinflamasi, antioksidan, antitumor, anti apoptosis dan antimetastatic. Kurkumin dengan kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang mampu menjadikanya herbal untuk asam lambung yang terbilang efektif. 

Kegunaan lain zat kurkumin pada kunyit sebagai herbal untuk asam lambung adalah untuk melindungi usus dari kerusakan yang diakibatkan oleh obat-obatan NSAID dan zat berbahaya lainnya. Cara kerjanya dengan menjaga usus dari bakteri penyebab abses pada usus, membantu menyembuhkan abses dan membunuh sel kanker secara aktif di usus.

Dilansir WebMD, penelitian tersebut memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyebut secara spesifik jika kurkumin yang terkandung dalam kunyit bersifat anti inflamasi, dan bisa diandalkan untuk mengatasi, sekaligus mencegah terjadinya peradangan di kerongkongan (esofagus). 

Cara Mengonsumsi Kunyit Sebagai Obat Herbal Untuk Masalah Asam Lambung

Kita yang berada di Indonesia, lebih mudah mendapatkan kunyit segar untuk bisa diolah sebagai obat herbal pereda gejala asam lambung. Caranya adalah, ambil dua ruas kunyit kemudian diparut dan diperas airnya sehingga terkumpul satu sendok makan air kunyit murni. Minum sari kunyit tersebut dua kali sehari. Yaitu pagi ketika bangun tidur dan malam sebelum tidur. Konsumsi kunyit ketika perut kosong selama 3 – 7 hari untuk merasakan khasiatnya.

Atau bisa pula membuatnya menjadi minuman hangat. Dengan mencampurkan ½ sendok teh bubuk kunyit dengan air.  Agar terasa lebih enak, kita bisa mencampur dengan madu sebagai pengganti gula. 

Tubuh kita memiliki kemampuan yang sangat buruk dalam menyerap zat kurkumin. Hati dan dinding usus melakukan proses metabolisme dengan cepat pada bubuk dan ekstrak kunyit. Zat yang mampu membantu proses penyerapan kurkumin oleh tubuh adalah zat piperin yang terkandung pada lada atau lada hitam. Untuk itu sangat disarankan untuk menambahkan lada hitam ketika mengonsumsi kunyit sebagai herbal untuk mengatasi masalah asam lambung. Hal ini penting diingat dan dilakukan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap kurkumin. 


Hati-hati Efek Sampingnya

Meski berasal dari bahan-bahan alami, konsumsi kunyit bukan tanpa efek samping. Seperti dijelaskan di atas, dosis ramuan kunyit ini hanya boleh dikonsumsi sebanyak ½ sendok teh per hari. Lebih dari itu, Anda bisa mengalami efek samping seperti diare, mual, dan alergi di kulit. 


Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika akan mengonsumsi kunyit sebagai obat herbal asam lambung, diantaranya.

1. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ramuan herbal ini, terutama jika Anda punya penyakit penyerta.

2. Kunyit bekerja cepat menurunkan tekanan darah dan gula darah. Anda harus berhati-hati saat mengonsumsinya, terutama bagi pemilik penyakit yang berkaitan dengan hal tersebut. 

3. Kunyit merupakan zat pengencer darah alami, sehingga tidak disarankan dikonsumsi orang yang akan menjalani operasi, atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah. 

4. Kunyit terkadang menimbulkan efek samping pada penderita penyakit kandung empedu. 

Bagi ibu hamil dan menyusui, atau buat Anda yang sedang menjalani pengobatan apapun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ramuan kunyit. 


Referensi:

1. Healthline. Diakses pada 2020. Turmeric for Acid Reflux: Does It Work?

https://www.healthline.com/health/digestive-health/turmeric-acid-reflux

2. BPPT SulBar (2016). Terapi Kunyit Untuk Gastritis. Retrieved 3 June 2021

http://sulbar.litbang.pertanian.go.id/eng/index.php/do-you-know/128-terapi-kunyit-atasi-mag

3. Natureasia (2015). Turmeric Shield Against Gastric Ulcer. Retrieved 3 June 2021

https://www.natureasia.com/en/nindia/article/10.1038/nindia.2015.174 

4. NCBI. Int J Mol Sci. (2019). Curcumin  A Potent Protectant against Esophageal and Gastric Disorders. Retrieved 3 June 2021

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6471759/ 

5. Sehat. Diakses pada 2020. Is Turmeric Good For Acid Reflux?

MyMed.com. Diakses pada 2020. What are the side effects of Turmeric (Curcumin)?

Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya