Jangan Sembarang Konsumsi Obat Pereda Nyeri. Ini Sebabnya!
Ahlinya Lambung

Jangan Sembarang Konsumsi Obat Pereda Nyeri. Ini Sebabnya!

15 March 2021 - 3 menit membaca

Banyak orang yang langsung mengkonsumsi obat pereda nyeri saat merasakan saat sakit kepala, sakit gigi atau keluhan lainnya. Selain karena cara kerjanya yang sangat cepat, obat pereda nyeri pun sangat mudah didapat, bahkan tanpa resep dokter. 

Namun yang jadi masalah, terlalu sering mengkonsumsi obat pereda nyeri golongan tertentu bisa berakibat fatal, salah satunya beresiko menyebabkan kerusakan lambung, ginjal dan organ vital lainnya. 

Apa itu obat anti nyeri?

Obat pereda nyeri golongan NSAID (non-steroid anti-inflamasi) merupakan jenis obat yang berfungsi untuk menghambat zat kimia dalam tubuh menghantarkan rasa sakit. Efeknya, hanya dalam waktu singkat rasa nyeri yang Anda rasakan pun akan menghilang.

Di pasaran, obat pereda nyeri biasa terdapat dalam campuran obat sakit kepala, radang sendi, nyeri menstruasi, hingga cedera sendi. Misalnya, aspirin, parasetamol, ibuprofen dan lainnya. Seperti disebutkan diatas, obat ini bisa didapat tanpa resep dokter.

Sebabkan Gangguan Lambung

Pakar gastroenterologi Byron Cryer, MD, menjelaskan jika penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID dalam jangka panjang bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, mulai dari meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, hingga kerusakan saluran cerna, termasuk usus, lambung, dan kerongkongan. 

Dalam pemaparannya, Cryer menemukan fakta jika lebih dari setengah kasus perdarahan di lambung yang terjadi di Amerika, disebabkan oleh penggunaan obat anti nyeri jangka panjang. Kondisi ini umumnya timbul tanpa gejala, dan beresiko berakhir pada kematian.

Kerusakan saluran cerna akibat dari konsumsi obat pereda nyeri ini disebabkan karena mekanisme obat tersebut yang menghambat kinerja enzim COX (siklooksigenase) di lambung, yang bertugas merangsang rasa nyeri.

Selain merangsang rasa nyeri, COX juga berfungsi merangsang pembentukan mukosa lambung yang melindungi lambung dari pengikisan asam lambung. Saat kinerjanya terhambat, otomatis lambung akan mudah teriritasi. Buruknya, saat teriritasi, Anda tidak akan merasa sakit hingga pendarahan pun datang tanpa disadari. 

Jelas ini sangat berbahaya karena pengikisan pada lambung atau perforasi lambung seolah terjadi tanpa gejala. Anda baru akan menyadarinya saat semuanya sudah terlambat. 

Dampak Buruk Lainnya

Selain menyebabkan kerusakan lambung, penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, menyebutkan jika konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka waktu tertentu beresiko menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Dalam pemaparannya, Dr Gary Curhan, peneliti dari Harvard University menjelaskan jika dari 56 ribu wanita di Amerika yang mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen, naproxen, dan acetaminophen untuk berbagai kebutuhan. 

Jika dikonsumsi dalam pengawasan dokter, risiko masalah kesehatan sebenarnya bisa dicegah. Namun yang jadi masalah, jika obat tersebut dikonsumsi 2 kali dalam sepekan, selama enam tahun, kebiasaan ini akan meningkatkan risiko gangguan pendengaran hingga 10 persen. 

Resiko tersebut memang terlihat kecil, namun jika digabungkan dengan risiko lainnya, seperti kerusakan lambung, ginjal, stroke dan masalah lainnya, penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang jelas bukan hal yang direkomendasikan. 

Maka dari itu, mulai sekarang cobalah untuk menurunkan ketergantungan kepada obat pereda nyeri. Jika terpaksa harus mengkonsumsinya, pastikan sesuai resep dokter. 

Namun ingat, tubuh Anda beresiko memberikan toleransi terhadap obat pereda nyeri ini akan terus terjadi sehingga Anda pun harus mengkonsumsi obat pereda nyeri dalam dosis yang ditingkatkan untuk menghadapi kondisi yang sama. 

Solusinya, setelah menggunakan obat pereda nyeri hingga rasa sakit tersebut teratasi, segera hentikan penggunaan. Ketika muncul rasa sakit yang sama, konsumsi obat tersebut dalam dosis awal (belum ditingkatkan). Tapi ingat, pastikan tetap dalam pengawasan dokter terutama jika harus mengkonsumsinya dalam jangka panjang .


Referensi

  1. WebMD. Diakses pada 2021. Pain Relief: How NSAIDs Work
  2. WebMD. Diakses pada 2021. Are Anti-Inflammatory Pain Relievers Safe for You?
  3. Healthline. Diakses pada 2021. Side Effects from NSAIDs
Artikel Terkait
uploads/2/2019-09/a1_nyeri_ulu_hati_saat_hamil_min.jpg
Ahlinya Lambung

Mengatasi Nyeri Ulu Hati Saat Hamil

uploads/2/2019-08/l12_gejala_penyakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Berbagai Gejala Penyakit Maag yang Harus Dikenali

uploads/2/2019-08/l3_sakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai