Jangan Sampai Salah Ya, Ini Kebiasaan Buruk Makan Buah Yang Perlu Dihindari
Lifestyle

Jangan Sampai Salah Ya, Ini Kebiasaan Buruk Makan Buah Yang Perlu Dihindari

12 October 2021 - 3 menit membaca

Anda disarankan memasukkan buah-buahan ke dalam konsumsi wajib harian, baik sebagai camilan, atau makanan ‘pencuci mulut’. Tentu bukan tanpa alasan, buah-buahan merupakan sumber vitamin, antioksidan dan serat yang baik untuk menjaga kesehatan.

Namun jangan asal konsumsi. Alih-alih memberi manfaat yang maksimal, justru beberapa kebiasaan buruk makan buah ini bisa sangat membahayakan Anda. 


1. Menganggap Semua Buah Punya Manfaat Yang Sama

Buah-buahan memang berkhasiat bagi kesehatan. Namun ingat, tidak semua buah punya kualitas dan manfaat yang sama. Misalnya untuk mendapatkan vitamin C dosis tinggi, Anda bisa mengkonsumsi jambu biji, jeruk, mangga dan lainnya. 

Namun jika kebutuhan Anda adalah serat, buah-buahan seperti apel bisa jadi solusi terbaik. Ini belum termasuk kandungan mineral lainnya, seperti magnesium, potasium, folat dan lainnya. Semuanya harus dikenali, kemudian konsumsi sesuai dengan kebutuhan Anda. 


2. Konsumsi Buah-buahan Secara Berlebihan

Alih-alih memberi manfaat, kebiasaan buruk makan buah ini jelas sangat membahayakan. Pasalnya tubuh manusia secara alami membutuhkan asupan nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, lemak, kalsium, protein, vitamin, serat dan lainnya. 

Semua kebutuhan tersebut tidak bisa dicover oleh satu jenis makanan, dalam hal ini buah-buahan. Hanya membatasi konsumsi buah-buahan saja justru beresiko membuat Anda kekurangan nutrisi, mengalami masalah pencernaan, peningkatan risiko diabetes dan masalah lambung


3. Hanya Memakan Daging Buahnya Saja

Karena berada di bagian terluar, rawan terkena kotoran dan khawatir sudah terkontaminasi oleh bakteri dan pestisida, banyak orang yang hanya mau mengkonsumsi daging buahnya saja, kemudian membuang bagian kulitnya. Kebiasaan ini tidak bisa disalahkan, namun tidak sepenuhnya benar. 

Ada banyak jenis buah yang justru kandungan nutrisi utamanya berada di bagian kulit. Contohnya apel dan anggur, kandungan serat terbesar dari buah-buahan tersebut berada di bagian kulitnya. Hal ini berlaku untuk buah lainnya, seperti tomat, beri-berian, ceri, dan lainnya.


4. Menambahkan Gula Tambahan

Maksudnya ingin memberikan tambahan rasa, justru menambahkan gula pada olahan buah-buahan bisa merugikan diri sendiri. Beberapa buah sudah dibekali dengan pemanis alami yang disebut fruktosa. Mencampurkan gula tambahan hanya akan meningkatkan kadar gula pada buah tersebut.

Jika dilakukan terus menerus dan dalam jangka waktu yang panjang, kebiasaan buruk makan buah ini bisa berakibat fatal, terlebih jika Anda punya riwayat penyakit diabetes. Selain itu, menambahkan gula pada olahan buah-buahan akan meningkatkan resiko obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. 


5. Menyamakan Jus Buah Kemasan dengan Buah Asli

Ini jelas anggapan keliru. Jus buah kemasan merupakan produk olahan buah-buahan yang sudah diberi bahan tambahan, mulai dari pengawet makanan, pewarna makanan, penambah rasa dan aroma buah-buahan, hingga kandungan gula yang tinggi.  

Dibanding dengan jus buah kemasan, Anda sebaiknya memilih buah segar kemudian diolah sendiri untuk mendapatkan sensasi rasa yang berbeda. Tapi ingat, makin minimal proses pengolahan buah, kandungan nutrisi yang didapat akan semakin baik. 

Kesimpulannya, untuk menghindari kebiasaan buruk makan buah di atas, sebaiknya kenali dulu kebutuhan Anda, konsumsi buah dalam jumlah yang cukup, dan usahakan untuk memilih buah segar.


Referensi:

  1. Prevention. Diakses pada 2021. 7 Ways You're Eating Fruit All Wrong.
  2. Indian Express. Diakses pada 2021. Try Eating Fruits the Right Way
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya