Ini Dampak Buruk Terlalu Sering Makan Telur
Health

Ini Dampak Buruk Terlalu Sering Makan Telur

25 March 2021 - 3 menit membaca

Telur merupakan salah satu sumber protein murah, dan bisa dikonsumsi oleh hampir semua orang. Selain itu, telur bisa diolah dalam berbagai masakan, mulai dari dijadikan sebagai bahan utama, hingga dijadikan sebagai bahan pendamping masakan.

Namun faktanya, telur yang tidak steril berisiko menyebabkan keracunan makanan karena bakteri Salmonella. Selain itu, terlalu sering makan telur bisa memicu beberapa dampak buruk berikut ini.

Bisul

Anda pasti sering mendengar petuah jangan terlalu banyak makan telur karena bisa menyebabkan bisul. Hal ini disebabkan karena kandungan lemak dalam telur yang sangat tinggi, sehingga beresiko merusak kadar minyak alami di permukaan kulit.

Akibatnya, kondisi ini berisiko memunculkan bisul-bisul kecil yang cukup mengganggu, terlebih jika Anda tidak terlalu peduli dengan kebersihan kulit. Namun bukti ilmiah klaim tersebut tidak terlalu kuat sehingga masih dianggap sebagai mitos.

Asam Urat

Dalam telur terdapat zat fosfor yang sangat tinggi sehingga diklaim bisa mengganggu jumlah asam urat di area persendirian. Maka dari itu, penderita asam urat tidak disarankan terlalu sering makan telur karena bisa memperparah kondisi Anda.

Berapa jumlah ideal konsumsi telur bagi penderita asam urat? Belum ada catatan ilmiah yang membahas hal ini. Hanya saja, secara umum Anda tidak disarankan mengkonsumsi telur lebih dari 3 butir per hari. Ingat, ini berlaku untuk telur utuh (kuning dan putih telur).

Mual

Beberapa orang yang memiliki alergi terhadap telur akan merasakan mual berlebih setelah mengkonsumsinya. Tidak berhenti di sana, gangguan tersebut bisa menimbulkan ruam, dan gangguan lainnya. Umumnya ini terjadi setelah Anda mengkonsumsi telur yang tidak dimasak dengan maksimal.

Kondisi ini umumnya disebabkan karena kandungan gas dalam telur yang berpotensi menyebabkan iritasi pada lambung. Resiko tersebut akan terasa lebih parah jika Anda mengidap masalah lambung, seperti GERD, tukak lambung dan gangguan lambung lainnya.

Berat Badan Mudah Naik

Telur memang bisa dikonsumsi sebagai sumber protein pendamping program diet. Namun jangan terlalu sering makan telur, mengingat telur mengandung kalori yang cukup tinggi. Dalam satu butir telur terdapat 75 kalori. Jika memasaknya dengan cara digoreng, lonjakan kalori ini bisa mencapai 225 kalori.

Jika ingin menggunakan telur sebagai bagian dari menu diet, sebaiknya Anda memasaknya dengan cara direbus. Selain itu, padukan telur dengan sumber karbohidrat kompleks, seperti umbi-umbian, gandum utuh dan lainnya. Jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi sayuran hijau, dan aktif berolahraga.

Gangguan Hormon

Pada telur non-organik, umumnya unggas petelur akan diberi suntik hormon. Jika dikonsumsi secara berlebihan, hormon tersebut beresiko mengganggu aktivitas hormonal dalam tubuh Anda, terlebih untuk kaum wanita yang memang aktivitas hormonalnya cenderung mudah naik turun.

Selain itu, dalam penelitian terbaru menyebut jika terlalu sering makan telur dapat meningkatkan resiko diabetes, terutama bagi wanita yang beresiko hingga 77 persen lebih besar dari pria. Hal inilah yang membuat wanita lebih disarankan mengkonsumsi sumber protein nabati.

Dengan kata lain, konsumsi telur bisa jadi sumber protein alternatif yang cukup menjanjikan. Namun kondisi ini harus dibarengi dengan asupan nutrisi lainnya, terutama sayuran dan buah-buahan. Jangan lupa, Anda pun bisa membuat variasi sumber protein dari daging, ikan, dan lainnya.


Referensi:

  1. Healthline.com. Diakses pada 2021. Eggs and Cholesterol — How Many Eggs Can You Safely Eat?
  2. webmd.com. Diakses pada 2021. Too Many Eggs Risky?
  3. Today.com. Diakses pada 2021. Is it OK to eat eggs every day?
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya