Ini Alasan Kopi Bahaya Bagi Pasien Gejala Maag
Ahlinya Lambung

Ini Alasan Kopi Bahaya Bagi Pasien Gejala Maag

08 March 2021 - 3 menit membaca

Saat dokter memvonis Anda mengalami gejala maag, umumnya mereka akan merekomendasikan untuk menjauhi beberapa makanan dan minuman tertentu yang bisa memperburuk gejala maag tersebut, misalnya makanan asam, tinggi lemak, makanan pedas dan makanan dengan kandungan kafein tinggi.

Namun karena sudah terbiasa, banyak orang yang akhirnya mengabaikan anjuran tersebut. Bahkan beberapa diantaranya menganggap jika anjuran menjauhi kopi karena bisa memperburuk gejala maag hanya mitos belaka. Benarkah?

Dalam beberapa penelitian sebelumnya, ada beberapa makanan yang memang terbukti dapat memicu produksi asam lambung meningkat. Salah satunya adalah kopi. Ada beberapa alasan yang mendasarinya, diantaranya adalah:

  1. Kopi mengandung zat asam yang sangat tinggi. Kondisi ini bisa merangsang produksi asam lambung secara berlebih, dan memperburuk masalah di lambung Anda.
  2. Kandungan kafein dalam kopi berpotensi meningkatkan produksi hormon stres, yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan memicu bakteri Helicobacter pylori (salah satu penyebab sakit maag) ‘mengganas’.
  3. Kafein dapat meningkatkan hormon epinefrin, atau yang dikenal dengan hormon adrenalin dan norepinefrin, yang berpotensi memperburuk kesehatan mukosa pada lambung Anda.
  4. Selain kandungan kafein beberapa kandungan alamiah dalam kopi diduga menjadi pemicu meningkatnya produksi asam lambung.

Selain itu, kebanyakan dari kita kerap menambahkan gula dan bahan tambahan lainnya yang justru bisa memperburuk masalah lambung Anda. Inilah alasan kenapa orang dengan gejala maag sebaiknya menghindari kebiasaan ngopi.

Bagaimana jika Sudah Kecanduan Kopi?

Beberapa penelitian membuktikan jika kecanduan kopi memang nyata. Hal ini disebabkan karena kandungan kafein dalam kopi, bersifat adiktif, sehingga akan memicu orang yang menyukainya untuk kembali mengkonsumsi kopi tersebut, bahkan setiap hari.

Llewellyn Mills, peneliti narkoba dan alkohol di University of Sydney, menjelaskan jika kecanduan kaffein tidak akan mendapat konsekuensi sosial, tidak pula melanggar hukum, dan tidak berbahaya. Namun kondisi ini berbeda bagi orang yang menderita masalah lambung.

Ibarat buah simalakama, pasien dengan gejala maag seolah ditempatkan pada pilihan yang sangat sulit.

Lantas, bagaimana solusinya?

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA), konsumsi kopi pada dasarnya aman jika jumlahnya tidak lebih dari 400 mg kafein per hari, atau setara dengan 4 cangkir espresso. Tapi khusus untuk penderita maag, jumlah yang disarankan tidak boleh lebih dari 100 mg, namun ini tidak menjadi patokan , tergantung sensitifitas lambung setiap orang.

Selain itu, ada beberapa panduan yang bisa Anda pertimbangkan untuk menurunkan resiko gejala maag kambuh setelah konsumsi kopi, diantaranya:

  • Pilih kopi yang tidak mengandung asam tinggi. Proses keasaman yang tinggi ini ditentukan dari lamanya proses pemanggangan kopi. Anda bisa memilih jenis kopi Arabika.
  • Tambahkan susu rendah lemak ke dalam kopi. Tapi ingat, tidak boleh menggunakan gula tambahan. Jika ingin sedikit manis, bisa tambahkan madu.
  • Pilih kopi yang diolah dengan teknik cold brew. Teknik ini akan menghasilkan racikan kopi yang lebih pekat, namun lebih rendah kafein.
  • Batasi konsumsi kopi dengan jumlah maksimal 1 cangkir. Jika memungkinkan, (secara bertahap) cobalah untuk berhenti mengkonsumsi kopi.
  • Pilih kopi yang kafeinnya sudah dihilangkan (decaffeinated coffee)

Sebagai catatan, bagi penderita gejala maag, dengan pemicu utama kopi , perlu hati-hati dengan semua makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, coklat, hingga minuman berenergi.


Referensi :

  1. Healthline. Diakses pada 2021. Is Coffee Acidic?
  2. WebMD. Diakses pada 2021. Does caffeine trigger heartburn and GERD?
  3. Medicalnewstoday. Diakses pada 2021. Should people with GERD avoid caffeine?
  4. Abc.net.au. Diakses pada 2021. Can you be addicted to coffee? And is it really that bad for you?
Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya