Bukan Mitos. Sakit Maag Pada Anak Bisa Terjadi
Ahlinya Lambung

Bukan Mitos. Sakit Maag Pada Anak Bisa Terjadi

24 March 2021 - 3 menit membaca

Selama ini banyak orang yang beranggapan jika sakit maag hanya diderita oleh orang dewasa. Hal ini cukup wajar, mengingat semua hal yang berkaitan dengan gejala penyakit maag berhubungan erat dengan orang dewasa, misalnya makanan pedas, konsumsi makanan tinggi kafein, dan lainnya.

Anak-anak pun jarang mengkonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri, tidak terlalu banyak konsumsi makanan berlemak, asam, dan umumnya punya jadwal makan yang tepat. Selain itu, anak-anak pun belum punya masalah yang pelik, yang beresiko menyebabkan stres seperti orang dewasa.

Alasan-alasan itulah yang kemudian membuat banyak orang percaya jika sakit maag pada anak hanya mitos belaka. Benarkah itu anak-anak, khususnya Balita tidak akan terkena maag?

Sama seperti orang dewasa, anak-anak sebenarnya punya peluang yang sama untuk mengidap sakit maag. Hal ini disebabkan karena selain faktor konsumsi obat-obatan dan gaya hidup, sakit maag pun bisa disebabkan karena infeksi bakteri H. pylori.

Bakteri ini lebih banyak menyerang dinding pelapis lambung, dan menimbulkan luka di area tersebut. Jika ini sudah terjadi, lambung yang terluka ini akan teriritasi oleh asam lambung, dan menimbulkan gejala, seperti sakit perut, sakit di ulu hati, dan gejala maag lainnya.

Akibat rasa sakit ini, tidak jarang Balita akan kehilangan nafsu makan, hingga menyebabkan penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Kondisi ini justru malah akan memperparah sakit maag anak Anda, dan berpotensi menyebabkan penyakit yang lebih serius.


Baca juga:

Sakit Maag pada Anak? Begini Cara Menanganinya

Memilih Obat Maag untuk Anak yang Aman


Cara Mengatasi Sakit Maag pada Anak

Penanganan sakit maag pada anak sedikit berbeda dengan orang tua. Hal ini disebabkan kebanyakan penyebab sakit maag pada anak karena infeksi bakteri, secara otomatis penanganannya pun lebih fokus kepada mencegah, atau bahkan membunuh bakteri H. pylori tersebut. 

Dokter biasanya akan memberikan beberapa obat, seperti antibiotik dan lainnya. Sementara untuk meringankan gejala sakit maag, sama seperti pada orang dewasa, anak-anak pun bisa diberi beberapa obat untuk mengatasi asam lambung, terutama golongan antasida. 

Obat ini sendiri pada dasarnya aman untuk anak-anak, bahkan boleh dikonsumsi ibu hamil. Namun sebelum memilih obat maag untuk anak, sebaiknya periksa dulu kemasan obat maag tersebut. Apakah terdapat keterangan batasan usia minimal atau tidak, dan dosis yang disarankan. 

Jika ingin lebih aman dalam mengatasi sakit maag pada anak, Anda bisa meminta resep kepada dokter. Tentu sebelum itu dokter harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mencegah Sakit Maag pada Anak

Bakteri H. pylori bisa hidup di mana saja, termasuk makanan yang tidak dicuci bersih, atau makanan yang tidak diolah hingga masak maksimal. Selain itu, bakteri ini pun bisa menempel pada tangan, dan masuk ke dalam lambung saat anak menyentuh mulut, atau ketika makan.

Maka dari itu, untuk memastikan anak terhindar dari infeksi H. pylori yang bisa menyebabkan sakit maag, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

  1. Rutin mencuci tangan dengan sabun antiseptik setelah anak bermain di luar, atau sebelum masuk rumah.
  2. Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan.
  3. Pastikan alat makan yang digunakan anak bersih maksimal. Anda bisa menggunakan sabun pencuci piring yang bersifat antibakteri.
  4. Sebelum dimasak, sayuran harus dibersihkan lebih dahulu. Anda bisa menggunakan sabun khusus pencuci sayur dan buah-buahan.
  5. Sebaiknya masak makanan hingga matang maksimal, terutama untuk jenis makanan olahan, seperti sosis, daging kemasan, daging cincang, dan lainnya.

Jangan lupa, untuk mencegah sakit maag pada anak, pastikan Anda mengajarkan mereka untuk makan dengan cara yang benar, termasuk duduk dengan posisi tegak, dan kunyah makanan hingga lembut sebelum menelannya.

Walaupun anak-anak belum banyak terpapar dengan gaya hidup yang tidak sehat namun masalah gangguan makan dan stress pada anak dapat menjadi pemicu terjadinya sakit maag pada anak selain infeksi H.pylori diatas.

Sehingga perlu menjadi perhatian orang tua memastikan pola makan dan management stress pada anak dapat ditatalaksana dengan baik.


Referensi: 

  1. Kidshealth.org. Diakses pada 2021. Gastroesophageal Reflux
  2. Hopkinsmedicine.org. Diakses pada 2021. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) in Children
  3. badgut.org. Diakses pada 2021. Children with Reflux (GERD)
Artikel Terkait
uploads/2/2019-09/a1_nyeri_ulu_hati_saat_hamil_min.jpg
Ahlinya Lambung

Mengatasi Nyeri Ulu Hati Saat Hamil

uploads/2/2019-08/l12_gejala_penyakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Berbagai Gejala Penyakit Maag yang Harus Dikenali

uploads/2/2019-08/l3_sakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai