Bukan Hanya Pola Makan, Ini Penyebab Lain Berat Badan Susah Turun
Lifestyle

Bukan Hanya Pola Makan, Ini Penyebab Lain Berat Badan Susah Turun

14 December 2021 - 3 menit membaca




Kombinasi diet dan olahraga dianggap sebagai cara paling efektif menurunkan berat badan. Diet berguna untuk menurunkan jumlah konsumsi kalori dengan tujuan agar proses metabolisme berjalan lebih lancar, dan tubuh menggunakan lemak sebagai sumber tenaga. 

Sementara untuk olahraga, selain membentuk otot, olahraga digunakan sebagai cara untuk membakar timbunan lemak dalam tubuh, sehingga mampu memberikan penurunan berat badan yang signifikan.

Namun faktanya, tidak semua program diet dan olahraga berjalan sesuai dengan keinginan. Meski sudah berusaha disiplin, banyak orang yang mengalami masalah berat badan susah turun. Kenapa bisa seperti itu? Simak yuk beberapa penyebabnya berikut ini.


1. Tiap Orang Punya Hasil Yang Berbeda

Jika Anda melihat orang lain menjalankan program diet dan olahraga, dan berhasil memangkas sebagian besar bobot tubuhnya, jangan terlalu berharap hasil serupa bisa Anda dapatkan. Tubuh manusia diciptakan unik, dan ada banyak faktor yang mempengaruhi berat badan. 

Salah satu hal yang paling berpengaruh dalam proses penurunan berat badan adalah metabolisme tubuh. Beberapa orang memiliki sistem metabolisme yang cepat sehingga proses pembakaran kalori berjalan lebih cepat, dan beberapa orang lainnya memiliki sistem metabolisme yang lebih lambat. 

Maka dari itu, jika Anda merasa program diet yang dijalankan sudah maksimal, namun bobot tubuh lambat menurun. Jangan menyerah! Anda hanya perlu konsisten dengan program diet Anda.


2. Stres Berkepanjangan

Masalah pekerjaan, macet, dan sederet masalah yang kerap dihadapi setiap hari akan membuat Anda beresiko mengalami stres. Meski terlihat tidak berhubungan, stres yang kerap dihadapi setiap hari ternyata bisa menghambat proses penurunan berat badan lho.

Saat stres tubuh akan meningkatkan jumlah produksi hormon kortisol. Hormon inilah yang dapat merangsang rasa lapar dan membuat Anda kehilangan kontrol pada nafsu makan. Buruknya, saat stres Anda cenderung mengkonsumsi makanan tinggi lemak, gula dan garam. 

Tidak hanya itu, stres akan membuat proses metabolisme tubuh melambat, sehingga berat badan susah turun, dan timbunan lemak makin sulit dikendalikan.


3. Kurang Tidur

Tidur bukan hanya sekedar mengistirahatkan tubuh dari segala aktivitas. Lebih jauh dari itu, selama tidur tubuh akan akan bekerja memperbaiki sel yang rusak, mengganti sel yang sudah mati, memaksimalkan pembentukan otot, dan lainnya. 

Efeknya, jika kebutuhan tidur Anda tercukupi dengan baik maka proses metabolisme tubuh akan berjalan lebih maksimal, sehingga proses penurunan berat badan akan berjalan lebih cepat. 

Tidak hanya itu, kurang tidur pun terkait dengan peningkatan resiko stres dan masalah lainnya. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, membuktikan jika kurang tidur akan meningkatkan resiko obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. 


4. Terlalu Banyak Konsumsi Susu

Susu kerap diandalkan sebagai salah satu menu utama pendamping diet dan olahraga, terutama buat mereka yang sedang dalam misi ‘membangun’ otot. Kandungan protein dalam susu terbukti efektif membantu tubuh membentuk massa otot dan memaksimalkan proses pembakaran lemak.

Namun yang jadi masalah, Anda terlalu banyak konsumsi protein, tubuh akan mengalami over protein yang bisa mengganggu proses metabolisme energi dalam tubuh. Tidak hanya itu, konsumsi susu secara berlebih dapat menyebabkan lonjakan insulin yang mirip dengan karbohidrat. 

Kondisi ini akan lebih parah jika Anda menambahkan asupan protein non-susu, seperti mengkonsumsi daging, kacang-kacangan dan berbagai suplemen olahraga. 


5. Tidak Membuat Program Olahraga

Olahraga jadi salah satu faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Namun faktanya, banyak orang yang asal berolahraga sehingga hasil yang didapat kurang efektif. Misalnya, terus menerus melatih otot yang sama, atau langsung memulai olahraga dengan intensitas tinggi. 

Sama seperti program diet, olahraga harus sesuai dengan program yang dibuat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan Anda berolahraga selama 30 menit per hari (150 menit per Minggu), dengan perincian mengambil waktu istirahat, atau menurunkan intensitas latihan di akhir pekan. 

Selain waktu, intensitas latihan harus disesuaikan dengan kemampuan. Jika semua faktor di atas bisa dihindari, maka masalah berat badan susah turun bisa dengan mudah diatasi.


Referensi: 

  1. Self.com. Diakses pada 2021. Why Weight Loss Diets Fail
  2. Health Line. Diakses pada 2021. 20 Common Reasons Why You’re Not Losing as Much Weight as You Expected To




Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya