Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Diet?
Lifestyle

Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Diet?

23 December 2021 - 3 menit membaca




Obesitas merupakan salah satu faktor resiko yang menyebabkan sakit maag. Tidak hanya itu, obesitas pun dapat menyebabkan sakit maag mudah kambuh, dan memperberat gejalanya. Kondisi ini akan semakin parah jika Anda tetap menjalankan pola hidup yang buruk. 

Untuk mengatasinya, menurunkan berat badan dan mengubah pola makan merupakan hal yang sangat disarankan. Tapi yang jadi masalah, apakah penderita sakit maag boleh melaksanakan diet? Program diet seperti apa yang disarankan agar sakit maag tidak kambuh?

Diet Bagi Penderita Sakit Maag

Sebelum mengetahui program diet terbaik bagi pasien maag, hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah memahami konsep diet itu sendiri. Diet sendiri bukan membatasi konsumsi makanan, tapi juga berarti mengatur pola makan dengan tujuan tertentu.

Dengan kata lain, diet bukan berarti harus defisit kalori atau mengurangi asupan kalori dalam jumlah tertentu, tapi mengendalikan asupan makanan sesuai dengan goal yang diinginkan. Misalnya bagi mereka yang sedang menderita diare, kita mengenal pola diet BRAT.

Sementara bagi penderita sakit maag, Anda tetap bisa menjalankan program diet, baik yang bertujuan untuk menurunkan berat badan, maupun hanya sekedar mengatur pola makan untuk mencegah sakit maag kambuh. Berikut beberapa trik diet bagi penderita sakit maag. 

1. Pilih Makanan Yang Tepat

Kunci utama menjalankan diet bagi pasien sakit maag adalah, memilih makanan yang tepat, yang berfungsi untuk memperkuat sistem pencernaan, dan fokus menghindari makanan yang dapat menyebabkan menyebabkan produksi asam lambung naik. 

Beberapa contoh makanan yang wajib dihindari adalah, makanan yang sulit dicerna dan tinggi lemak, misalnya makanan olahan tepung, gorengan, dan lainnya. 

Selain itu, Anda pun wajib menghindari makanan lainnya yang dapat menyebabkan asam lambung tinggi, seperti makanan asam olahan (seperti jus kemasan, cuka, dan lainnya), makanan dan minuman tinggi kafein, (seperti kopi, coklat, minuman berenergi dan lainnya), dan makanan tinggi gula.

2. Perbaiki Cara dan Pola Makan

Perhatikan juga cara dan pola makan Anda. Hindari kebiasaan makan tergesa-gesa sehingga makanan tidak sempat dikunyah hingga lembut, makan banyak dalam satu waktu, dan terlalu lama menahan lapar sehingga Anda makan tidak tepat waktu.

Anda lebih disarankan makan sedikit tapi sering. Misalnya sarapan dengan menu fokus pada karbohidrat kompleks dengan jumlah 50-75% dari porsi biasanya, kemudian makan lagi sekitar jam 9-10 pagi dengan camilan sehat, makan siang, kemudian sore kembali mengkonsumsi camilan,  dan makan malam dengan menu sedikit sebelum jam 7 malam. 

Untuk cemilannya, pastikan Anda mengkonsumsi camilan sehat padat nutrisi, seperti buah alpukat, kacang-kacangan yang direbus tanpa tambahan garam, dan lainnya.

3. Olahraga Rutin

Saat melakukan diet, banyak yang fokus memotong konsumsi kalori dalam jumlah tinggi. Padahal defisit kalori dalam jumlah tinggi justru sangat berbahaya, apalagi buat penderita sakit maag. Alih-alih sembuh, membiarkan tubuh kelaparan malah akan membuat sakit maag tambah parah.

Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity tahun 2013. Dalam penelitian tersebut menjelaskan jika berat badan normal efektif membantu meredakan gejala asam lambung. Namun bukan dengan diet ketat, melainkan dengan olahraga. 

Tidak hanya itu, defisit kalori dalam jumlah tinggi akan menyebabkan berat badan sulit turun. Alih-alih membakar lemak yang menjadi target penurunan berat badan, diet ketat justru akan menyebabkan metabolisme tubuh melambat dan beresiko menyebabkan Anda kalap. 

Tidak hanya itu, pemotong kalori dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan tubuh memecah protein dalam otot sebagai cadangan energi. Alhasil, berat badan Anda memang turun, namun yang menyusut bukan lemak, melainkan masa otot. Ini akan menyebabkan Anda mengalami kondisi yang disebut skinny fat, atau ketika tubuh Anda kurus, namun persentase lemak tubuh masih tinggi.


Referensi: 

  1. Medicalnewstoday. Diakses pada 2021. Diet Tips for Gastritis and Stomach Ulcers. 
  2. Healthy Eating. Diakses pada 2021. Dietary Tips for Gastritis. 
  3. Healthline. Diakses pada 2021. Can Exercise Help My Acid Reflux? 
  4. Livestrong. Diakses pada 2021. Does Exercising Help With Gastritis? 
  5. NCBI. Diakses pada 2021. Weight Loss Can Lead to Resolution of Gastroesophageal Reflux Disease Symptoms: A Prospective Intervention Trial. 




Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya