Apakah Ibu Hamil Boleh Konsumsi Obat Pereda Nyeri Sakit Maag?
Ahlinya Lambung

Apakah Ibu Hamil Boleh Konsumsi Obat Pereda Nyeri Sakit Maag?

24 March 2021 - 3 menit membaca

Saat sakit maag kambuh, banyak orang yang langsung mengkonsumsi obat pereda nyeri sakit maag. Hal ini memang terbukti ampuh, terutama untuk obat-obatan golongan antasida yang memang diformulasikan khusus untuk meredakan sakit maag.

Selain efektif menetralisir asam lambung, meredakan mual, dan gejala sakit maag lainnya, obat ini pun mudah didapat di toko obat dan apotek terdekat dengan harga yang sangat terjangkau. Tidak hanya itu, belakangan obat ini pun tersedia dalam berbagai bentuk kemasan dan varian rasa.

Tapi bagaimana dengan ibu hamil. Apakah aman mengkonsumsi obat pereda nyeri sakit maag?

Ibu hamil memang harus selektif dalam memilih berbagai jenis obat-obatan yang akan dikonsumsi, termasuk obat pereda nyeri sakit maag. Pasalnya, salah dalam memilih obat bisa menyebabkan dampak yang buruk bagi kehamilan dan janin.

Di pasaran sendiri ada berbagai jenis obat maag yang bisa dengan mudah didapat di apotek dan toko obat. Namun khusus untuk ibu hamil, sangat disarankan untuk mengkonsumsi antasida. Obat jenis ini dinilai cukup aman karena selain efektif, kandungan di dalamnya pun cukup ramah bagi Anda.

Antasida bekerja dengan cara menetralisir asam lambung, dan menurunkan jumlah asam lambung yang jadi penyebab utama kambuhnya gejala sakit maag.

Salah satu obat maag dari golongan antasida yaitu Hydrotalcite memiliki efektifitas tambahan selain menetralisir asam lambung, yaitu meningkatkan produksi lendir pelapis lambung sehingga asam lambung mudah mengiritasi lambung.

Biasanya, obat ini diminum satu jam setelah makan dan sebelum tidur. Namun Anda pun bisa mengkonsumsinya satu jam sebelum makan untuk mempersiapkan lambung mencerna makanan.

Namun sebelum mengkonsumsi antasida, pastikan Anda membaca keterangan di kemasan obat tersebut. Memang benar Antasida masuk dalam obat kategori C alias mungkin berisiko, hal ini umumnya disebabkan karena bahan tambahan dalam obat tersebut.

Menurut US Food and Drugs Administration (FDA), jika kadar magnesium dan natrium dalam obat tersebut tidak terlalu tinggi, maka kemungkinan besar obat tersebut aman dikonsumsi ibu hamil. Tapi jika kadar magnesium dan natriumnya tinggi, ini berpotensi mengganggu kontraksi saat persalinan.

Untuk memastikan hal tersebut, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda, sekaligus untuk mendapatkan obat pereda nyeri sakit maag terbaik yang bisa dikonsumsi.


Baca juga:

Diganggu Maag? Ini Obat Maag Terbaik Untuk Ibu Hamil

Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Obat Maag?


Ibu Hamil Lebih Rentan Sakit Maag

Ibu hamil sendiri memang cukup rentan terkena sakit maag. Hal ini disebabkan karena banyak hal, salah satunya naiknya kadar hormon progesteron yang terjadi selama masa kehamilan, terutama di trimester pertama usia kehamilan.

Perubahan hormon tersebut menyebabkan otot kerongkongan bagian bawah melemah, hingga akhirnya asam lambung mudah naik dan menimbulkan beberapa gangguan, seperti heartburn, mual, dan muntah, terutama di pagi hari.

Selain itu, pertumbuhan janin dalam rahim Anda pun berperan penting dalam meningkatkan resiko sakit maag. Semakin besar janin dalam kandungan, maka tekanan rahim ke area lambung akan semakin tinggi, hingga akhirnya ibu hamil akan lebih rentan mengalami gejala sakit maag.

Kondisi ini diperparah dengan perubahan hormon yang menyebabkan ibu hamil mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang lebih cepat, stres dan lainnya.

Maka dari itu, solusi terbaik untuk mencegah hal ini adalah, dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat, perbanyak konsumsi air putih, dan kelola stres dengan baik. Ibu hamil pun sangat disarankan untuk mencukupi kebutuhan istirahat, terutama tidur yang cukup di malam hari.

Jika dibutuhkan, Anda bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri sakit maag. Namun ingat, pastikan obat yang Anda pilih sudah terbukti aman unutk ibu hamil.


Referensi:

  1. Healthline.com. Diakses pada 2021. Heartburn, Acid Reflux, and GERD During Pregnancy
  2. Ncbi.nlm.nih.gov. Diakses pada 2021. Treatment of Gastroesophageal Reflux Disease During Pregnancy
  3. Uofmhealth.org. Diakses pada 2021. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) During Pregnancy
Artikel Terkait
uploads/2/2019-09/a1_nyeri_ulu_hati_saat_hamil_min.jpg
Ahlinya Lambung

Mengatasi Nyeri Ulu Hati Saat Hamil

uploads/2/2019-08/l12_gejala_penyakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Berbagai Gejala Penyakit Maag yang Harus Dikenali

uploads/2/2019-08/l3_sakit_maag.jpg
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai