Alih-alih Cepat Kurus, Diet Ketat Ternyata Tidak Bagus Lho Bagi Tubuh
Lifestyle

Alih-alih Cepat Kurus, Diet Ketat Ternyata Tidak Bagus Lho Bagi Tubuh

29 September 2021 - 3 menit membaca

Karena ingin segera menikmati hasilnya, banyak orang menjalankan berbagai program diet super ketat, mulai dari tidak mengkonsumsi karbohidrat dan lemak sama sekali, sampai menggunakan pola makan satu kali per hari, dan sisanya fokus mengkonsumsi camilan rendah kalori atau suplemen diet. 

Sepintas program diet tersebut bisa memberi hasil yang maksimal. Namun faktanya, diet ketat justru bisa kontradiktif. Alih-alih menurunkan berat badan dengan cepat, diet ketat justru akan membuat berat badan mudah naik, dan beresiko menyebabkan masalah kesehatan.

Agar tidak tergoda dengan hasil instan, berikut merupakan beberapa bahaya diet ketat yang wajib Anda ketahui


Sarcopenia

Sarcopenia merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan massa dan kekuatan otot. Dalam kondisi normal, ini umum terjadi karena penuaan. Namun penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Cases in Mineral and Bone Metabolism menyebut diet ekstrem bisa mempercepat proses sarcopenia.

Seperti kita ketahui, tubuh butuh asupan karbohidrat sebagai sumber energi. Jika tidak tersedia, tubuh akan menggunakan lemak sebagai gantinya. Namun dalam beberapa kasus, yang terjadi justru tubuh malah ‘memakan’ otot. Jelas ini kondisi yang sangat berbahaya.


Penurunan Metabolisme Tubuh

Saat tidak mendapatkan asupan kalori yang dibutuhkan, otomatis metabolisme tubuh akan mengalami penurunan. Kondisi ini akan membuat tubuh terasa lemas, sulit konsentrasi dan mood buruk. Tidak hanya itu, massa otot akan menurun dan tubuh akan menyimpan cadangan lemak lebih banyak.

Dampaknya, diet super ketat justru tidak akan membuat Anda kurus. Sebaliknya, bahaya diet ketat malah akan membuat Anda makin sulit menurunkan berat badan. Bahaya diet ketat lainnya, kondisi ini akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda ikut menurun.


Makan Berlebihan

Anda yang menerapkan pembatasan kalori secara ekstrem, umumnya akan merasa sangat lapar, terutama di saat memasuki jam makan siang, atau menjelang sore. Percayalah, Anda tidak akan bertahan lama dalam kondisi seperti ini. 

Saat waktu makan tiba, tubuh akan meminta jatah kalori lebih banyak. Hal inilah yang membuat Anda beresiko kehilangan kendali nafsu makan. Buruknya, saat itu metabolisme tubuh belum siap mencerna makanan sehingga banyak sisa kalori yang akhirnya kembali jadi timbunan lemak.


Sering Merasa Lapar

Saat tubuh mendapat asupan nutrisi yang dibutuhkan, terutama serat dan protein, perut akan merasa kenyang lebih lama sehingga Anda akan terhindar dari kebiasaan makan berlebih. Tidak hanya itu, sistem metabolisme tubuh akan berjalan lebih maksimal. 

Kondisi sebaliknya akan Anda rasakan saat menjalankan diet super ketat. Perut akan terasa sangat lapar, dan tubuh terasa sangat lemas. Kondisi ini akan memancing Anda untuk mengkonsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan makanan tidak sehat lainnya.


Tubuh Kekurangan Nutrisi

Ini mungkin satu dari sekian banyak dampak bahaya diet ketat. Membatasi konsumsi makanan secara ekstrem akan membuat tubuh Anda kekurangan nutrisi, terlebih jika selama ini Anda hanya mengandalkan asupan pil diet atau obat-obatan pendamping diet lainnya. 

Alih-alih membantu, justru ini malah membahayakan bagi tubuh. Dalam jangka panjang, organ dalam seperti naiknya asam  lambung, ginjal dan liver akan terkena getahnya. Pada gilirannya, penurunan fungsi organ inti tersebut akan membuat kinerja organ vital lainnya menurun, termasuk jantung.

Maka dari itu, mulai sekarang pastikan Anda menjalankan diet sehat sesuai dengan anjuran dokter atau pakar diet terpercaya. Jauhkan obat-obatan, perbanyak olahraga dan konsumsi makanan sehat.


Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Is Eating One Meal a Day a Safe and Effective Way to Lose Weight?

WebMD. Diakses pada 2021. Is Eating One Meal a Day Safe?

Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya