Alasan Obat Maag Harus Dikunyah atau Dihisap Dulu
Ahlinya Lambung

Alasan Obat Maag Harus Dikunyah atau Dihisap Dulu

22 December 2021 - 3 menit membaca




Saat sakit maag menyerang, obat sakit maag kerap jadi pilihan utama untuk mengendalikannya gejalanya. Selain reaksinya cepat, obat sakit maag pun cukup mudah ditemukan di pasaran. Ada banyak jenis obat sakit maag yang bisa dipilih, salah satunya adalah obat antasida. 

Anda bisa menemukan obat ini di apotek, warung terdekat dan toko obat dalam bentuk cairan atau liquid dan tablet hisap. Untuk obat sakit maag yang berbentuk bubuk, biasanya jenis obat ini diresepkan dokter dan dikonsumsi dengan cara diseduh dulu dengan air. 

Untuk cara mengkonsumsinya, obat sakit maag dalam bentuk cair atau liquid bisa langsung diminum seperti biasa. Tapi untuk yang berbentuk tablet, obat ini disarankan tidak ditelan langsung seperti ketika mengkonsumsi obat tablet pada umumnya, melainkan harus dihisap atau dikunyah dulu.

Kenapa Harus Begitu?

Tim peneliti dari Pusat Ilmu Kesehatan University of Oklahoma, Amerika, menemukan fakta jika obat antasida lebih aman dikonsumsi dengan cara dikunyah atau dihisap. Hal ini bermanfaat untuk mengontrol keasaman di kerongkongan, dan memudahkan obat diserap tubuh.

Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Alimentary Pharmacology and Therapeutics, menyebut jika obat antasida jauh lebih efektif jika ditelan dalam kondisi yang sudah hancur. Hal ini bisa dilakukan dengan cara dikunyah atau dihisap. 

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti mengamati beberapa peserta penelitian yang diketahui memiliki masalah lambung. Setelah itu mereka diminta untuk mengkonsumsi makanan yang dapat memicu sakit maag kambuh, seperti minuman bersoda, keju, cabai, dan lainnya. 

Setelah satu jam mengkonsumsi makanan tersebut, mereka kemudian diminta untuk mengkonsumsi tablet telan, tablet kunyah atau hisap, dan tablet larut air atau effervescent.

Hasilnya, kelompok yang mengkonsumsi obat sakit maag dengan cara dikunyah dan obat effervescent atau tablet larut air, cenderung tidak mengalami kenaikan asam lambung, ketimbang mereka yang mengkonsumsi obat dengan cara ditelan atau tablet telan. 

Dalam keterangannya, tim peneliti menjelaskan jika obat antasida (tablet) yang dikonsumsi dengan cara ditelan akan langsung masuk ke dalam lambung. Kondisi ini membuat obat tidak langsung bekerja, dan tingkat efektifitasnya berkurang.

Sementara obat antasida yang dikunyah, dihisap atau dilarutkan ke dalam air sebelum dikonsumsi, akan langsung menetralkan asam lambung sejak berada di mulut, hingga melewati kerongkongan. Saat sampai di dalam lambung, obat ini pun akan langsung bekerja menetralkan asam lambung.

Hal ini membuat obat antasida jauh lebih disarankan dikonsumsi dengan cara dikunyah hingga lembut, atau dihisap. Anda pun bisa mengkonsumsi tablet larut air, atau mengkonsumsi antasida liquid. 

Bagaimana Jika Langsung Ditelan?

Seperti dijelaskan di atas, mengkonsumsi obat antasida dengan cara ditelan langsung hanya mengurangi efektivitas kinerja obat tersebut, dan proses ‘kerja’ dari obat tersebut jadi lebih lambat. Tidak secepat obat antasida yang dikunyah, atau dihisap.

Di sisi lain, hingga saat ini belum ditemukan bahaya menelan antasida secara langsung. Jadi pada dasarnya konsumsi obat antasida secara langsung, masih diperbolehkan. 


Referensi: 

  1. WebMD. Diakses pada 2021. Tums Antacid Treatment for Heartburn 
  2. Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Calcium Carbonate Chewable Tablets 
  3. Drugs. Diakses pada 2021. Can I let Tums dissolve in mouth or must they be chewed??




Artikel Terkait
Ahlinya Lambung

Penyebab Sakit Maag yang Harus Kita Waspadai

Ahlinya Lambung

Cara Menurunkan Asam Lambung yang Efektif

Ahlinya Lambung

Penyebab Asam Lambung Naik dan Berbagai Cara Mengatasinya